Bilangan prima, dan satu per nol sama dengan tak berhingga.

 Indahnya matematika bukan hanya pada angkanya saja tapi juga terdapat keistimewaan dari setiap makna angka-angkanya. Matematika dan sepiritual? Tak henti ku ucapkan “subhanallah….”. sungguh tidaklah ada yang bisa menyaingi kekuasaan-Nya di dunia ini Dia-lah Tuhan semesta alam yang Maha Agung atas kebesaran yang telah Dia ciptakan.

Dalam sebuah acara bedah buku yang aku ikuti pada hari kamis, 30 September 2010 dengan judul buku yang dibedah yaitu “ membumikan matematika dari kampus ke kampung”. karya dosen yang menurutku hebat,  Bapak Budi Manfaat, M. Si. Mm… semoga kelak aku bisa mengikuti jejaknya, Dan akan ku buat jejak baru yang lebih hebat dari jejaknya ^_~ . hehe… peace pa !

Walaupun belum sempat membeli bukunya, setidaknya dengan ikut membedah bukunya bisa tau sedikit tentang isi di dalamnya. Aku ingat pada akhir acar yang dipaparkan mengenai bilangan prima. Dari pengertiannya Bilangan prima adalah bilangan yang hanya mempunyai dua faktor, yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Pengertian ini adalah pengertian bilangan prima yang dipelajari dalam matematika, namun bisa dijadikan sebagai hubungan seorang hamba terhadap pencipta. Beliau menjelaskan bahwa jika kita kaitkan dengan agama/sepiritual pengertian bilangan prima dapat diuraikan seperti ini: bilangan satu itu menunjukkan Allah swt dan bilangan itu sendiri adalah kita sebagai makhluk yang telah diciptakan-Nya. (mm… selengkapnya bisa kita baca dalam buku “membumikan matematika dari kampus ke kampung”).

Konsep rumus 1/0 = ~ (satu per nol sama dengan tak hingga)
Mengenai konsep rumus ini saya pernah membacanya dalam buku “ mu’jizat di tanah suci” (mudah-mudahan tidak salah menyebutkan judul bukunya karena saya lupa & nama pengarangnya juga, semoga dimaafkan oleh penulisnya). Yang saya ingat dalam buku itu menjelaskan konsep rumus 1/0 = ~ , rumus tersebut adalah rumus matematika yang bisa dijadikan pengingat dalam menjalani sikap tauhid dan pembersihan jiwa atau hati kita. Rumus tersebut diuraikan seperti ini: angka satu dalam rumus tersebut juga menunjukkan Allah swt, sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah (Maha Esa). Angka nol menunjukkan diri kita yang tidak punya apa-apa dihadapan Tuhan. Dua hal tersebut jika difahami dengan baik dan mampu bersinergi, akan menghasilkan sebuah kekuatan yang tak berhingga diluar kemampuan maupun kesadaran manusia. Dari rumus tersebut kita semakin yakin bahwa Allah sangat menyukai orang-orang yang mengaku lemah dihadapan-Nya. Kapanpun kita merasa hina dan tidak berdaya dihadapan Allah swt, disaat itulah Allah akan membantu kita. Allah swt menjelaskannya dalam surat Ali imran ayat 125 yang artinya “ Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa (bersiap-siaga), dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” , dengan pendekatan rumus tersebut semoga semakin meyakinkan kita bahwa Allah adalah satu-satunya penguasa alam raya dan menghendaki hati dan sifat manusia untuk menjadikan-Nya satu-sayunya sandaran.
Bilangan prima, dan satu per nol sama dengan tak berhingga.

Jika kita telaah lagi, ketika rumusnya diganti menjadi 0/1 = 0 . jelaslah ketika kita sebagai makhluknya dibandingkan dengan sang pencipta (Allah swt) dimanapun posisi kita, itu tidak bisa membandingkan kebesaran Allah swt. Angka nol di ibaratkan sebagai kita yang lemah, tidak memiliki kekuatan dan nilai apapun ketika dibandingkan dengan Allah yang 1. Manusia tetaplah manusia yang memiliki kelemahan, yang tidak memiliki nilai (nol) ketika berhadapan dengan Allah swt, Tuhan yang satu. Subhanallah….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 10, game level 3 : ekspresi wajah

Game lavel 2: Masih melatih aku bisa makan sendiri

Game level 1 day 7, komunikasi produktif dengan anak